Papercraft Karawang

Apa itu papercraft?

Papercraft adalah seni membuat sebuah objek dari bahan dasar kertas, dengan cara menggunting, melipat dan menempel bagian-bagian pola agar menjadi bentuk yang kita inginkan.

Papercraft dapat dibilang pengembangan dari origami. Tapi biasanya objek yang dihasilkan papercraft lebih menyerupai bentuk aslinya dibandingkan dengan origami. Contoh objek yang dapat dijadikan papercraft misalnya orang, rumah, mobil, motor, binatang dan sebagainya.

Dimana belajar papercraft?

Papercraft Karawang!

Kami membuka les privat ke rumah untuk tingkat SD, SMP, SMA dan umum untuk bidang study Papercraft.

  • Tenaga pengajar les datang ke rumah siswa
  • Durasi belajar 1,5 jam (90 Menit)
  • Biaya murah dan terjangkau
  • Gratis biaya pendaftaran
  • Pendaftaran sangat mudah cukup telephone / sms

Jadwal les privat

Hari Waktu
I II III IV
Sabtu 08.00 s/d 09.30 10.00 s/d 11.30 13.00 s/d 14.30 15.00 s/d 16.30
Minggu 08.00 s/d 09.30 10.00 s/d 11.30 13.00 s/d 14.30 15.00 s/d 16.30

Beberapa contoh papercraft :

Papercraft Binatang

Papercraft Karawang 1

Papercraft Alphabet

Papercraft Karawang 2

Papercraft Anime

Papercraft Karawang 6

Papercraft Sepeda Motor

Papercraft Karawang 3

Papercraft Pesawat

Papercraft Karawang 5

Dan masih banyak papercraft lainnya. So, ayo gabung bersama kami dan selamat berkreasi.

PAPERCRAFT KARAWANG

CALL/SMS: 08977600970

Les Privat Mengaji Karawang

les privat ngaji karawang

Menerima les privat ke rumah untuk tingkat SD, SMP, SMA dan Umum.

Bidang study:

  1. Baca Iqra
  2. Baca Alquran
  3. Kaligrafi
  4. Praktek Ibadah

Kelebihan:

  • Guru les datang ke rumah siswa
  • Durasi belajar 1,5 jam (90 menit)
  • Biaya murah  dan terjangkau
  • Gratis konsultasi PR sekolah untuk semua mata pelajaran
  • Gratis biaya pendaftaran
  • Pendaftaran sangat mudah cukup telephone/ sms

Jadwal les privat

Hari Waktu
I II III IV
Sabtu 08.00 s/d 09.30 10.00 s/d 11.30 13.00 s/d 14.30 15.00 s/d 16.30
Minggu 08.00 s/d 09.30 10.00 s/d 11.30 13.00 s/d 14.30 15.00 s/d 16.30

CALL/ SMS : 08977600970

Alamat : Dusun Sukamulya RT 02/09 Pucung Kota Baru Karawang

les privat ngaji karawang

Bab Baru: Perubahan

change

|12:24

Ada banyak yang sudah berubah. Ada banyak pula peristiwa demi peristiwa yang terjadi selama satu tahunku. Mulai dari status sosial, pekerjaan, dan tempat dimana aku tinggal. Semua berubah penuh dengan kejutan. Seperti hujan yang mendadak turun dari langit dikala langit sedang biru. Namun penuh dengan keberkahan.

Insya Allah!

Yang pertama, aku sudah menikah. Menikah yang sah di mata Allah walaupun dengan cara yang sederhana. Menanggalkan status yang telah aku sandang selama seperempat abad dengan penuh kegalauan. Tepatnya, Minggu 12 Oktober 2014 aku menikahi teman satu fakultas. Anehnya, aku yang menikah tetapi teman satu fakultas yang heboh. Jodoh itu memang rahasia.

Yang kedua, begitu pula dengan pekerjaan. Tahun lalu, aku resign atau mengundurkan diri dari perusahaan tempatku bekerja selama enam tahun belakangan. Aku ingin menjadi guru. Aku pun melamar ke sekolah-sekolah Islam di kotaku. Namun sayang, tak satupun lamaran kerjaku yang berlabuh. Aku pun mencoba berjualan, baik di rumah maupun di kampus. Hingga sekarang aku sudah beberapa kali gonta-ganti dalam berjualan. Mulai dari empek-empek, nasi pecel, es campur hingga jajanan anak kecil. Sampai sekarang aku dan istri masih kuliah. Kami kuliah sambil berjualan. Pekerjaan boleh apa saja, tapi cita-cita harus di langit.

🙂

Dan yang terakhir, aku tinggal di rumah mertua. Mau tak mau. Kuliah pun harus bolak-balik Cikampek-Karawang setiap hari, padahal istri sedang berbadan dua. Tapi alhamdulillah, hingga lebaran kondisinya baik dan sehat saja. Namun, ada satu peristiwa yang masih aku tunggu dengan dada berdebar. Satu peristiwa dimana anggota keluargaku bertambah dan aku resmi menjadi orangtua…

Yaitu menjadi Ayah!

***

Dusun Suka Mulya, 18 Juli 2015

Ketika Adikku Bertanya Apa itu Hari Valentine

adik2

Oleh: Dhia Fajar

Huh!

Meutia nampak bosan dengan acara-acara yang di tayangkan di televisi. Jari jemarinya yang kecil memindah-mindah channel televisi dengan lincah. Aku yang kebetulan ikutan menonton, merasa risih dengan ulah Meutia.

“Meutia, jangan diganti-ganti. Yang tadi kan bagus, kita belum kelar lho nontonnya,” bujukku pelan.

“Lagi jeda, Kak.”

Meutia terus memandangi layar televisi, ucapanku tak diacuhkannya. Ia memainkan bibirnya agak ke depan, wajahnya menunjukan mimik kecewa. Tak ada acara lain yang disukainya. Aku pun bernapas lega, soalnya kalau Meutia sudah suka satu acara, susah sekali untuk mengambil alih. Takutnya acara yang ia tonton kurang mendidik. Seperti film remaja, horor, action atau gosip selebriti dan lain-lain.

Meutia kelas satu sekolah dasar. Ia memiliki rasa ingin tahu yang begitu besar. Harus hati-hati dalam mendampinginya menonton acara televisi. Soalnya anak kecil adalah makhluk yang paling pintar mencontoh semua hal yang ia lihat dan ia dengar. Makanya, dalam berbicara pun aku harus berhati-hati.

Meutia kembali ke channel awal, tepat saat iklan sebuah film Hollywood yang berjudul Wedding Planner. Bintang utamanya adalah Julia Robert. Film itu rencananya akan ditayangkan di station televisi tersebut di hari Valentine.

“Kak, apa itu hari Valentine?”

Aku pun terkejut dengan pertanyaan Meutia. Aku berpikir sejenak, Meutia menatap ke arahku dengan mimik rasa ingin tahu. Aku harus hati-hati menjelaskannya, aku pun mendekat ke samping Meutia.

Hari Kasih Sayang. Ah, nanti dulu.

“Hari Valentine itu bukan hari perayaan untuk kita. Kita tidak boleh ikut merayakannya.”

“Kenapa, Kak?”

“Dalam agama kita, tidak ada tradisi yang namanya hari Valentine. Rasulullah sendiri tidak pernah mencontohkan umat Islam untuk merayakannya.”

Meutia menatap ke arahku antusias. Ia seperti ingin tahu lebih banyak lagi. Aku mulai bercerita dengan hati-hati. Aku tak mau, suatu saat nanti Meutia ikut merayakan hari Valentine karena dapat informasi yang salah.

“Perayaan Hari Valentine itu berasal dari bangsa Romawi penyembah berhala pada jaman jahilliah dulu. Sejarah cerita yang turun-temurun tidak begitu jelas bagaimana awal mula hari Valentine itu. Ada beberapa versi cerita, tapi semuanya meragukan dan masih sebatas dugaan saja.”

Meutia terlihat mulai serius mendengarkan ceritaku.

“Pada jaman sekarang ini, hari Valentine biasa diartikan sebagai hari kasih sayang. Padahal asal-muasal ceritanya tidak jelas. Semakin lama, semakin beraneka ragam juga cara orang-orang mengaplikasikannya.”

“Seperti apa, Ka?” tanya Meutia.

“Ada yang yang merayakan dengan memberi hadiah berupa cokelat, bunga atau boneka. Ada juga yang makan malam khusus dengan pasangan dikelilingi cahaya lilin, atau yang lainnya. Tak jarang menghabiskan banyak uang. Padahal kalau ditimbang, lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.”

“Dari pada uang habis untuk hura-hura lebih baik ditabung untuk masa depan atau disedekahkan kepada fakir miskin yang membutuhkan. Ya, tidak?”

Aku mencubit hidung Meutia dengan sayang. Ia reflek memejamkan mata sembari mencoba meraih tanganku. Aku langsung menarik tanganku untuk menghindar. Meutia kembali memainkan bibirnya dengan lucu.

“Jadi, tidak ada hari Valentine dalam agama Islam. Haram hukumnya, Meutia tidak boleh ikutan, meskipun banyak orang yang dengan sengaja ikut merayakannya.”

“Mungkin mereka lupa?”

“Mungkin, tapi mungkin juga mereka dengan sengaja mengesampingkannya. Hati mereka labil, akibat kehidupan mereka yang kurang terbingkai dengan konsep Islam yang baik, saat mereka di rumah maupun di luar rumah.”

“Ingat, barang siapa tasyabbuh atau menyerupai suatu kaum berarti ia termasuk di dalam kaum tersebut. Berarti bila kita ikut merayakan hari Valentine, kita juga sama jahilliahnya seperti bangsa Romawi penyembah berhala jaman dulu itu.” jelasku.

Aku percaya, kalau pribadi Meutia sudah terbingkai konsep Islam dari rumah, ke depannya ia bisa menentukan sendiri mana yang benar dan mana yang salah. Ilmu di sekolah tidak akan banyak berguna kalau mentalnya tidak dibentuk mulai dari rumah, apalagi kehidupan di masa mendatang makin kompleks.

“Sekarang Meutia sudah mengerti, Kak. Kenapa kita tidak boleh ikut merayakan hari Valentine.” ujar Meutia.

“Alhamdulillah. Memang sudah seharusnya kita sebagai generasi muslim, say no to Valentine!” kataku.

Sesungguhnya Rasulullah sudah meninggalkan sesuatu kepada umat Islam yang apabila hal itu dipegang teguh umat Islam tidak akan sesat selamanya, yaitu kitab Allah dan sunnah rasul-Nya. Dan barangsiapa yang melakukan pekerjaan yang tidak ada pada sunnah Rasulullah, maka pekerjaan tersebut tidak diterima dan sia-sia.

Pada akhirnya, harapanku, adik kecilku Meutia kelak akan tumbuh menjadi wanita muslim unggulan yang berkontribusi bagi kemajuan umat Islam dan bangsa. Insya Allah.

Note: Tulisan ini aku tujukan untuk ketiga adik kecilku yang masih imut-imut: Ilyas Ramadhan, Anton Widodo & Lintang Yusmita.

Menjelang Hari Valentine, 11 Februari 2014

***

Makanan yang Halal dan Haram

Mata Kuliah: Materi PAI

Judul Makalah: Makanan yang Halal dan Haram

BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Sebagai seorang muslim yang ingin mendekatkan diri, atau setidaknya berusaha untuk taat kepada Allah Sang Maha Pencipta, tentulah kita harus menjalankan ibadah kepada Allah, baik itu yang wajib maupun yang sunnah agar Allah ridho kepada kita. Namun ada hal lain yang tak boleh kita abaikan dalam usaha memperoleh ridho Allah, yaitu makanan dan minuman.

Dalam Islam halal dan haram telah ditentukan dengan jelas, banyak sekali ayat Al-qur’an dan Al-hadis yang membahas hal tersebut. Dengan demikian, mengkonsumsi makanan dan minuman yang halal merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam.

Apabila makanan dan minuman kita terjaga dari yang diharamkan Allah, atau dengan kata lain kita hanya makan mengkonsumsi yang dihalalkan Allah, niscaya ridho Allah itu tidak mustahil kita peroleh jika kita taat kepada-Nya. Tetapi sebaliknya, meskipun kita taat, namun kita makan dan minum dari yang haram yang bukan karena terpaksa, maka akan sia-sialah usaha kita. Untuk itu, makalah ini disusun untuk mengupas tentang makanan dan minuman yang halal dan yang haram dalam Islam.

B.     Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian makanan halal dan makanan haram ?
  2. Apa saja jenis makanan yang halal dan haram ?
  3. Apa manfaat makanan halal ?
  4. Dan apa pula mudharat makanan haram ?

 C.    Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui pengertian makanan halal dan haram
  2. Mengetahui jenis makanan yang halal dan haram
  3. Mengetahui manfaat makanan halal
  4. Mengetahui mudharat makanan haram

BAB II

MAKANAN YANG HALAL DAN HARAM

A.    Pengertian Makanan Halal

Makanan yang halal adalah segala sesuatu yang diperbolehkan oleh syari’at untuk dikonsumsi kecuali ada  larangan  dari Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW. Agama Islam  menganjurkan kepada pemeluknya untuk memakan makanan yang halal dan baik.  Makanan halal maksudnya makanan yang diperoleh dari usaha yang diridhai Allah.  Sedangkan makanan yang baik adalah yang bermanfaat bagi tubuh, atau makanan bergizi.

Allah swt berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terbaik dibumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 168)

Makanan yang enak dan lezat belum tentu baik untuk tubuh, dan boleh jadi makanan  tersebut berbahaya bagi kesehatan. Selanjutnya makanan yang tidak halal bisa mengganggu  kesehatan rohani. Daging yang tumbuh dari makanan haram, akan dibakar di hari kiamat  dengan api neraka.

B.     Jenis Makanan Halal

Makanan dikatakan halal paling tidak harus memenuhi tiga kriteria, yaitu halal zatnya, halal cara memperolenya, dan halal cara pengolahannya.

1.   Halal zatnya

Makanan yang halal menurut zatnya adalah makanan yang dari dasarnya halal untuk di konsumsi. Dan telah di tetapkan kehalalannya dalam kitab suci al-qur’an dan al-hadist. Centoh makanan yang halal atas zatnya adalah daging sapi, ayam, kambing, buah-buahan seperti apel, kurma, anggur, dan lain sebagainya.

2.    Halal cara memperolehnya

Yaitu makanan yang di peroleh dengan cara yang baik dan sah, Makanan akan menjadi haram apabila cara memperolehnya dengan jalan yang batil karena itu bisa merugikan orang lain dan dilarang oleh syariat. Contoh dari cara memperoleh yang baik adalah dengan cara membeli, bertani, hadiah, dan lain sebagainya.

Adapun dari makanan yang diperoleh dari makanan yang batil adalah dengan cara mencuri, merampok, menyamun, dan lain sebagainya.

3.   Halal cara pengolahannya

Yaitu makanan yang semula halal dan akan menjadi haram apabila cara pengolahannya tidak sesuai dengan syeriat agama. Banyak sekali makanan yang asalnya halal tetapi karena pengolahanya yang tidak benar menyebabkan makanan itu mmenjadi haram. Contohnya anggur, makanan ini halal tetapi karena telah diolah menjadi minuman keras maka minuman ini menjadi haram.

Dalam firman Allah surat Al-A’raf, ayat 157 yaitu:

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

“Dan (Allah) menghalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”

C.    Pengertian Makanan Haram

Makanan yang haram adalah segala sesuatu yang dilarang oleh syariat untuk dikonsumsi, dan apabila tetap dikonsumsi akan mendapatkan dosa kecuali dalam keadaan terpaksa, serta banyak sekali madhratnya dari pada hikmanya, sebagai contoh mengkonsumsi darah yang mengalir ini di haramkan karena itu kotor dan dihindari oleh manusia yang sehat, disampaing itu ada dugaan bahwa darah tersebut dapat menimbulkan bahaya sebagaimana halnya bangkai.

D.  Jenis Makanan Haram

Makanan yang haram dalam Islam ada dua jenis, yaitu:

  1. Ada yang diharamkan karena dzatnya. Maksudnya asal dari makanan tersebut memang sudah haram, seperti: bangkai, darah, babi, anjing, khamar, dan lainnya.
  2. Ada yang diharamkan karena suatu sebab yang tidak berhubungan dengan dzatnya. Maksudnya asal makanannya adalah halal, akan tetapi dia menjadi haram karena adanya sebab yang tidak berkaitan dengan makanan tersebut. Misalnya: makanan dari hasil mencuri, upah perzinahan, sesajen perdukunan, makanan yang disuguhkan dalam acara-acara yang bid’ah, dan lain sebagainya.

Diharamkan mengkonsumsi semua makanan dan minuman yang bisa memudhorotkan diri-apalagi kalau sampai membunuh diri-baik dengan segera maupun dengan cara perlahan. Misalnya: racun, narkoba dengan semua jenis dan macamnya, dan sejenisnya

  1. Bangkai

Bangkai adalah semua hewan yang mati tanpa penyembelihan yang syar’i dan juga bukan hasil perburuan. Sebagaimana firman Allah,

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَدِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya “.(QS. Al-Maidah: 3)

Jenis-jenis bangkai berdasarkan ayat-ayat di atas,

  1. Al-Munhaniqoh, yaitu hewan yang mati karena tercekik.
  2. Al-Mauqudzah, yaitu hewan yang mati karena terkena pukulan keras.
  3. Al-Mutaroddiyah, yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat yang tinggi.
  4. An-Nathihah, yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya.
  5. Hewan yang mati karena dimangsa oleh binatang buas.
  6. Semua hewan yang mati tanpa penyembelihan, misalnya disetrum.
  7. Semua hewan yang disembelih dengan sengaja tidak membaca basmalah.
  8. Semua hewan yang disembelih untuk selain Allah.
  9. Semua bagian tubuh hewan yang terpotong/ terpisah dari tubuhnya.

Diperkecualikan darinya 3 bangkai, ketiga bangkai ini halal dimakan:

1.     Ikan, karena dia termasuk hewan air dan telah berlalu penjelasan bahwa semua hewan air adalah halal bangkainya kecuali kodok.

2.     Belalang. Berdasarkan hadits Ibnu ‘Umar secara marfu:

” Dihalalkan untuk kita dua bangkai dan dua darah.Adapun kedua bangkai itu adalah ikan dan belalang. Dan adapun kedua darah itu adalah hati dan limfa “. (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

3.  Janin yang berada dalam perut hewan yang disembelih. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ashhabus Sunan kecuali An-Nasa`iy, bahwa Nabi SAW bersabda, “Penyembelihan untuk janin adalah penyembelihan induknya.” Maksudnya jika hewan yang disembelih sedang hamil, maka janin yang ada dalam perutnya halal untuk dimakan tanpa harus disembelih ulang.

b.      Darah

Yakni darah yang mengalir dan terpancar. Hal ini dijelaskan dalam surah Al-An’am ayat 145,

أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا

“Atau darah yang mengalir” (QS. Al-An’am: 145)

Dikecualikan darinya hati dan limfa sebagaimana ditunjukkan dalam hadits Ibnu ‘Umar yang baru berlalu. Juga dikecualikan darinya darah yang berada dalam urat-urat setelah penyembelihan.

c.       Daging babi

Telah berlalu dalilnya dalam surah Al-Ma `idah ayat ketiga di atas. Yang diinginkan dengan daging babi adalah mencakup seluruh bagian-bagian tubuhnya termasuk lemaknya.

d.      Khamar

Allah-Subhanahu wa Ta’ala-berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْتُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah: 90)

Dan dalam hadits riwayat Muslim dari Ibnu Umar ra. : “Semua yang memabukkan adalah haram, dan semua khamar adalah haram.” Dikiaskan dengan semua makanan dan minuman yang bisa menyebabkan hilangnya akal (mabuk), misalnya narkoba dengan seluruh jenis dan macamnya.

e.       Semua hewan buas yang bertaring

Dan dalam riwayat Muslim, “Semua hewan buas yang bertaring maka memakannya adalah haram.” Jumhur ulama berpendapat haramnya berlandaskan hadits di atas dan hadits-hadits lain yang semakna dengannya.

f.       Semua burung yang memiliki cakar

Yaitu semua burung yang memiliki cakar yang kuat yang dia memangsa dengannya, seperti: elang dan rajawali. Jumhur ulama dari kalangan Imam Empat (kecuali Imam Malik) dan selainnya menyatakan pengharamannya berdasarkan hadits Ibnu Abbas ra :

نَهَى عَنْ كُلِّ ذِيْ نَابٍ مِنَ السِّبَاعِ، وَكُلُّ ذِيْ مَخْلَبٍ مِنَ الطَّيْرِ

Beliau (Nabi) melarang untuk memakan semua hewan buas yang bertaring dan semua burung yang memiliki cakar.” (HR. Muslim)

g.      Jallalah.

Yaitu hewan pemakan feses (kotoran) manusia atau hewan lain , baik berupa onta, sapi, dan kambing, maupun yang berupa burung, seperti: garuda, angsa (yang memakan feses), ayam (pemakan feses), dan sebagian gagak.

Hukumnya adalah haram. Ini merupakan pendapat Imam Ahmad-dalam satu riwayat-dan salah satu dari dua pendapat dalam madzhab Syafi’iyah. mereka berdalilkan dengan hadits Ibnu ‘Umar -a beliau berkata:

Rasulullah SAW melarang dari memakan al-jallalah dan dari meminum susunya”. (HR. Imam Lima kecuali An-Nasa`iy)

Beberapa masalah yang berkaitan dengan jallalah:

  1. Tidak semua hewan yang memakan feses masuk dalam kategori jallalah yang diharamkan, akan tetapi yang diharamkan hanyalah hewan yang kebanyakan makanannya adalah feses dan jarang memakan selainnya. Dikecualikan juga semua hewan air pemakan feses, karena telah berlalu bahwa semua hewan air adalah halal dimakan.
  2. Jika jallalah ini dibiarkan sementara waktu hingga isi perutnya bersih dari feses maka tidak apa-apa memakannya ketika itu. Hanya saja mereka berselisih pendapat mengenai berapa lamanya dia dibiarkan, dan yang benarnya dikembalikan kepada ukuran adat kebiasaan atau kepada sangkaan besar.

h.      Kuda

Telah berlalu dalam hadits Jabir bahwasanya mereka memakan kuda saat perang Khaibar. Semakna dengannya ucapan Asma `bintu Abu Bakar ra, “Kami menyembelih kuda di zaman Rasulullah SAW lalu kamipun memakannya”. (HR. Al-Bukhary dan Muslim)

Maka ini adalah sunnah taqririyyah (persetujuan) dari Nabi SAW.

Ini adalah pendapat jumhur ulama dari kalangan Asy-Syafi’iyyah, Al-Hanabilah, salah satu pendapat dalam madzhab Malikiyah, serta merupakan pendapat Muhammad ibnul Hasan dan Abu Yusuf dari kalangan Hanafiyah. Dan ini yang dikuatkan oleh Imam Ath-Thohawy sebagaimana dalam Fathul Bary dan Imam Ibnu Rusyd dalam Al-Bidayah.

i.        Baghol

Dia adalah hewan hasil peranakan antara kuda dan keledai. Dan ini (haram) adalah hukum untuk semua hewan hasil peranakan antara hewan yang halal dimakan dengan yang haram dimakan.

j.        Anjing

Para ulama sepakat akan haramnya memakan anjing, di antara dalil yang menunjukkan hal ini adalah bahwa anjing termasuk dari hewan buas yang bertaring yang telah berlalu pengharamannya. Dan telah tsabit dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah jika mengharamkan sesuatu maka Dia akan mengharamkan harganya.“

Dan telah Tsabit dalam hadits Abu Mas’ud Al-Anshory riwayat Al-Bukhary dan Muslim dan juga dari hadits Jabir riwayat Muslim akan haramnya memperjualbelikan anjing.

k.      Kucing baik yang jinak maupun yang liar

Jumhur ulama menyatakan haramnya memakan kucing karena dia termasuk hewan yang bertaring dan memangsa dengan taringnya. Pendapat ini yang dikuatkan oleh Syaikh Al-Fauzan. Dan juga telah Warid dalam hadits Jabir riwayat Imam Muslim akan larangan meperjualbelikan kucing, sehingga hal ini menunjukkan haramnya.

E.  Manfaat Makanan Halal

Makanan yang halalan thoyyibah atau halal dan baik serta bergizi tentu sangat berguna bagi kita, baik untuk kebutuhan jasmani dan rohani.. Hasil dari makanan minuman yang halal sangat membawa berkah, barakah bukan berarti jumlahnya banyak, meskipun sedikit, namun uang itu cukup untuk mencukupi kebutuhan sahari-hari dan juga bergizi tinggi. Bermanfaat bagi pertumbuhan tubuh dan perkembangan otak.

Lain halnya dengan hasil dan jenis barang yang memang haram, meskipun banyak sekali, tapi tidak barokah, maka Allah menyulitkan baginya rahmat sehingga uangnnya terbuang banyak hingga habis dalam waktu singkat.

Diantara beberapa manfaat menggunakan makanan dan minuman halal, yaitu :

  1. Membawa ketenangan hidup dalam kegiatan sehari-hari,
  2. Dapat menjaga kesehatan jasmani dan rohani,
  3. Mendapat perlindungan dari Allah SWT.
  4. Mendapatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT,
  5. Tercermin kepribadian yang jujur dalam hidupnya dan sikap apa adanya,
  6. Rezeki yang diperolehnya membawa barokah dunia akhirat.

 F.  Mudharat Makanan Haram

Makanan dan minuman haram, selain dilarang oleh Allah, juga mengandung lebih  banyak mudharat (kejelekan) daripada kebaikannya. Hasil haram meskipun banyak, namun  tidak barokah atau cepat habis dibandingkan yang halal dan barokah.

Dan juga makan haram merugikan orang lain yang tidak mengetahui hasil dari perbuatan haram itu. Sehingga teman, kerabat iktu terkena getahnya. Dan juga yang mencari rezeki haram tidak tenang dalam hidupnya apalagi dalam jumlah bayak dan besar karena takut diketahui dan mencemarkan nama baiknya dan keluarga sanak familinya.

Ada beberapa mudlarat lainnya, yaitu :

  1. Doa yang dilakukan oleh pengkonsumsi makanan dan minuman haram, tidak mustajabah (maqbul).
  2. Uangnya banyak, namun tidak barokah, diakibatkan karena syetan mengarahkannya kepada kemaksiatan dengan uang itu.
  3. Rezeki yang haram tidak barokah dan hidupnnya tidak tenang.
  4. Nama baik, kepercayan, dan martabatnya jatuh bila ketahuan.
  5. Berdosa, karena telah melanggar aturan Allah.
  6. Merusak secara jasmani dan rohani kita.

 BAB III

PENUTUP

A.     Kesimpulan

Segala jenis makanan apa saja yang ada di dunia halal untuk dimakan sampai ada dalil yang melarangnya. Makanan yang enak dan lezat belum tentu baik untuk tubuh, dan boleh jadi makanan  tersebut berbahaya bagi kesehatan. Selanjutnya makanan yang tidak halal bisa mengganggu  kesehatan rohani. Daging yang tumbuh dari makanan haram, akan dibakar di hari kiamat  dengan api neraka.

Ada banyak ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang makanan halal dan makanan haram, namun tentu saja tidak dapat kami tampilkan semua, di antaranya sebagaimana yang telah kami uraian dalam pembahasan di atas.

Makanan yang halalan thoyyibah atau halal dan baik serta bergizi tentu sangat berguna bagi kita, baik untuk kebutuhan jasmani dan rohani.. Hasil dari makanan minuman yang halal sangat membawa berkah, barakah meskipun jumlahnya sedikit. Makanan dan minuman haram, selain dilarang oleh Allah, juga mengandung lebih  banyak mudharat (kejelekan) daripada kebaikannya. Hasil haram meskipun banyak, namun  tidak barokah atau cepat habis dibandingkan yang halal dan barokah.

B.     Kritik dan Saran

Saya menyadari makalah ini jauh dari kesempurnaan, namun saya berharap makalah ini tetap dapat memberikan manfaat meskipun sedikit. Selain itu saya juga berharap pembaca berkenan memberikan masukan baik berupa kritik maupun saran.

DAFTAR PUSTAKA

http://ukhuwahislah.blogspot.com/2013/06/makalah-makanan-halal-dan-makanan-haram.html

http://khoirulazzamnurululum.blogspot.com/2013/06/makalah-makanan-halal-dan-haram-with.html

http://bams239.blogspot.com/2012/03/pengertian-halal-dan-haram.html

http://salafy.or.id/blog/2009/11/20/makanan/

 

Phobia Buah

phobia buah

Oleh: Dhia Fajar

Namaku Dwi Lusiani, aku tinggal di daerah Margasari, kabupaten Tegal. Aku adalah anak kedua dari empat bersaudara dari pasangan Tarmudi dan Suherti. Semua saudaraku terlahir dan hidup normal tapi tidak denganku. Secara fisik aku memang normal tapi secara psikologi aku tidak normal. Aku memiliki semacam ketakutan berlebihan terhadap segala jenis buah. Ya, aku seorang phobia buah.

Mungkin bagi kebanyakan orang itu hal yang aneh dan tidak wajar. Bagaimana mungkin seseorang merasa takut terhadap buah, sedangkan buah itu sangat disukai dan dikonsumsi semua orang. Lagi pula tidak ada hal yang menakutkan dari buah. Buah tidak memiliki kemampuan mempertahankan diri seperti binatang, seperti lebah dengan sengatannya, ulat dengan bulunya, atau ular dengan bisanya dan lain-lain.

Ini terjadi padaku. Aku merasa jijik bila melihat, meyentuh apalagi mengkonsumsi buah. Aku takut buah. Hal ini mungkin bisa digambarkan atau disamakan dengan seseorang yang merasa jijik dengan kecoa. Melihat saja sudah takut, apalagi menyentuh atau mengkonsumsinya? Kata dokter yang menanganiku sejak kecil, aku memang mengidap penyakit langka, tapi alhamdulillah ada obatnya.

Aku harus minum obat dan memakai krim untuk kulit secara teratur. Tapi masalahnya, harus dibarengi dengan mengkonsumsi sayuran dan buah. Mungkin semua orang menganggapnya mudah, tapi tidak buatku. Bayangkan, bangaimana mungkin aku bisa mengkonsumsi buah, itu sama halnya seseorang yang phobia kecoa harus dipaksa mengkonsumsi kecoa. Aku tidak bisa.

Banyak kisah yang sebenarnya menurutku itu menyakitkan tapi menjadi lucu dimata orang lain. Tentunya perihal kelainanku ini. Waktu masih duduk di bangku sekolah dasar aku pernah dikerjai teman-teman sekelasku. Mereka menaruh sisa buah apel yang mereka makan ke dalam tasku. Saat aku mengambil buku aku menyentuh dan mengambilnya. Sontak, aku menjerit ketakutan, tapi bagi temanku itu adalah hal yang patut untuk ditertawakan karena lucu. Perutku langsung mual dan kepalaku pusing, efek dari bersentuhan dengan buah. Aku muntah.

Memasuki bangku sekolah menengah atas aku pun mengalami hal serupa. Aku bahkan sampai dijagal oleh teman-temanku, tubuh dan tanganku dipegang kuat-kuat sehingga aku tak bisa melawan. Mereka memasukkan buah lengkeng ke mulutku hanya karena mereka tak percaya kalau ada orang yang phobia dengan buah sepertiku di dunia ini. Aku menjerit histeris, memberontak sekuat tenaga, tapi apa daya aku hanya seorang wanita yang lemah. Tenagaku yang hanya satu orang tak bisa menandingi sekian banyak orang yang memegangiku. Alhasil, beberapa lengkeng masuk ke mulutku, perutku langsung mual dan kembali muntah.

Aku akui, memang hal yang susah dipercaya dan diterima dengan akal sehat, tapi ini terjadi padaku.

Dari kecil sampai sekarang, aku tidak pernah mengkonsumsi buah, sehingga ada banyak sekali dampak negatif yang aku rasakan sekarang. Aku memiliki daya tahan tubuh yang lemah, karena tak ada konsumsi vitamin C dari buah yang masuk ke tubuh. Kulitku menjadi sangat sensitif karena ternyata kulitku berubah menjadi ½ lebih tipis dari kulit normal. Aku tak boleh terkena sinar matahari langsung terlalu lama, karena kulit akan berubah memerah. Aku harus mengenakan payung untuk melindungi kulit kemanapun aku pergi. Bukan hanya itu, kulitku juga akan memerah dan gatal bila terkena minyak kayu putih, balsam dan semacamnya. Begitu pula bila ditempeli koyo atau plester, kulitku akan merasakan hal yang serupa.

Pernah jariku tak sengaja teriris pisau dapur saat sedang menumis bawang karena kurang hati-hati. Aku pun hanya membilasnya dengan air, sedangkan untuk menghentikan pendarahan aku mengikat bagian luka dengan kain bersih. Bukan karena tak ada uang untuk membeli plester, hanya saja aku tak mau kulitku memerah dan menjadi gatal-gatal. Makanya, untuk menjaga kondisi badan dan keseimbangan nutrisi pada kulit, aku mengkonsumsi berbagai macam suplemen setiap hari, seperti vitamin C untuk daya tahan tubuh dan vitamin E untuk kulit. Walaupun aku tahu, itu belumlah cukup.

Selain itu, ternyata tak mengkonsumsi buah membuatku memiliki bentuk tubuh yang tak ideal. Ya, aku sulit mengontrol berat badanku, walaupun asupan makan setiap hari aku kurangi. Alhasil, aku tak memiliki bentuk tubuh ramping seperti yang diidamankan setiap wanita. Aku gemuk, terkadang aku merasa minder bila melihat wanita yang memiliki bentuk tubuh ideal. Mereka terlihat sangat cantik dan mudah menarik perhatian laki-laki. Ah, tapi aku percaya, rejeki dan jodoh itu sudah ada yang mengatur.

Dalam bergaul, aku bergaul secara normal dan aku memiliki banyak teman. Semuanya menerimaku dengan hangat, walaupun terkadang mereka masih membuat lelucon kecil dengan segala jenis buah. Selan itu, aku juga kuliah di Universitas Terbuka, mengambil jurusan: pendidikan guru sekolah dasar. Alhamdulillah, sekarang sudah masuk semester 6, hanya tinggal beberapa semester lagi aku akan menjadi sarjana. Ya, kekurangan dan keterbatasan yang aku miliki tak menghalangiku untuk meraih mimpi.

Sembari kuliah, aku juga mengajar anak-anak di sebuah playgroup/ sekolah usia dini. Ada tiga kelas, yaitu kelas anak umur 2-3 tahun, 3-4 tahun dan 4-5 tahun. Aku kebagian mengajar anak-anak yang paling kecil, yaitu kelas anak umur 2-3 tahun. Banyak sekali suka duka selama aku mengajar di situ,  apalagi mereka masih sangat kecil. Aku banyak bicara sendiri, karena mereka belum peka dalam merespon sesuatu.

Aku selalu menanamkan pola hidup yang sehat pada anak-anak, salah satunya dengan mengkonsumsi buah-buahan terutama bila jadwal makan tiba. Memang lucu, aku sendiri tak pernah mengkonsumsi buah tapi aku mengkampanyekan agar mereka mengkonsumsinya. Terkadang, ada anak yang manja dengan memintaku untuk mengupaskan buah. Tapi, alhamdulillah aku bisa meminta bantuan guru yang lain untuk membantu mengupasnya. Kalaupun terpaksa aku sendiri yang turun tangan, aku langsung buru-buru cuci tangan. Ya, aku masih merasa jijik bila kulitku ada kontak dengan semua jenis buah.

Untuk membayar biaya kuliah, aku biasa berdagang sehabis mengajar di playgroup. Aku berjualan es buah di depan sebuah mini market yang letaknya lumayan strategis. Alhasil, daganganku tak pernah sepi pembeli. Mungkin ini adalah hikmah dari perjalanan hidupku. Aku yang dulu sempat membenci dan mengutuk keabnormalanku terhadap segala jenis buah, tapi ternyata Tuhan memberikan keberkahannya melalui buah itu sendiri. Sungguh, rahasia Allah tidak ada satu makhluk pun yang tahu.

Sejak aku berjualan es buah, ketakutanku terhadap segala jenis buah mulai berkurang, terutama saat melihat, walau perasaan jijik masih ada. Aku selalu mencuci tangan setiap kali menyentuhnya. Bagaimanapun ada semacam sugesti yang kuat yang membuatku merasa jijik bila menyentuhnya. Entahlah, sampai sekarang rasa jijik itu masih ada dalam diriku.

Kedepannya, jika Allah mengijinkan aku ingin tinggal di tempat yang sejuk agar aku bisa terbebas dari masalah kulit. Aku ingin memiliki keluarga dan anak yang sehat. Aku tak mau kelainanku ini menurun pada anakku. Aku percaya.. bersama kesulitan ada kemudahan, bersama masalah ada jalan keluar yang membentang, bersama duka ada bahagia menjelang, dan bersama kesedihan ada kegembiraan yang dipersiapkan oleh Tuhan. Wallahu a’lam bisshawwab.

*Sesuai yang diceritakan Dwi Lusiani padaku

***

Note: Dimuat di ANNIDA

Open Recruitment Anggota Baru FLP Karawang 2014

Assalamu’alaikum wr. wb.

Salam pena, Sobat!

Kalian suka baca? Pernah enggak sih ‘tersentil’ ingin merangkai kata menjadi sebuah tulisan seperti yang biasa kamu baca? Atau kamu punya passion menjadi penulis? Hmm… kalau gitu… ayo, gabung di FLP Karawang!

Gimana catanya?

Untuk daftar, ketik sms: DAFTARFLP (spasi) NAMA kirim ke 087879311705. Pendaftaran dibuka 1 Januari sampai 23 Februari 2014.

Gampang kan? Masih mikir-mikir? Aduuuhh… nanti dimakan usia, loh! Nyesel loh! Hehehe…

Kami tunggu kehadiranmu di FLP Karawang! Wassalamu’alaikum… ^.^

Contact person: Dhia Fajar – 081213079140

Karawang, 05 Desember 2014

***

open recruitment flp karawang 2014