Mukadimah

|06.00 am

Aku harus mulai darimana?

Mungkin pertama dari nama, lalu alamat tinggal dan seterusnya. Ya, akan terasa seperti membaca koran atau kisah sejati dalam sebuah rublik majalah. Tapi apalah arti sebuah nama dan alamatku bagi orang lain. Apa setelah membaca tulisanku, orang lain akan berbondong-bondong mendatangiku?

Mengajak minum kopi atau teh.

Nanti di bagian akhir akan kutinggalkan alamat e-mailku. Itu membuatku terasa lebih nyaman ketimbang harus kutulis nomor sepatu.

Namaku Dhia Fajar, aku seorang ikhwan. Aku tinggal di perumahan Link. Jatirasa Tengah No. 68. Masih single, masih sibuk bekerja, kuliah dan masih susah untuk jatuh cinta.

Lho?

Hari kesepuluh bulan Dzulhijah di tahun 2012, kuawali dengan bersiap untuk sholat Iedul Adha. Mandi sudah, pake kemeja sudah, minyak wangi pun sudah. Kulihat dua jarum jam dinding sudah vertikal di angka enam. Lurus banget. Kusambar kunci motor dan sajadah untuk sholat Ied di tanah lapang: Karangpawitan.

Tik! Tik! Tik!

Sampai di tempat, diluar dugaan. Rintik hujan mendadak turun tepat dimulainya sholat Ied. Banyak yang keluar lapang untuk berteduh, tapi banyak pula yang tetap bertahan. Aku cuek, lagian cuman gerimis. Paling nanti sampai rumah: flu, demam, bersin-bersin, dan hidung tersumbat.

Welcome!

Sebelum sholat, aku sempat berdoa sebentar. Daripada misuh-misuh: Yah, kok hujan sih? akan lebih baik berucap: Alhamdulillah ditambah dengan doa. Ada tiga hal yang sempat terlintas di benakku.

1. *** *** ***

2. *** *** ***

3. *** *** ***

Mungkin aku terlalu banyak membaca dongeng, atau menonton drama sehingga berlaku demikian. Memohon sebuah permintaan pada Tuhan ketika meteor jatuh atau berdoa pada Tuhan ketika gerimis membasahi tanah.

Kalau boleh meminta, anggaplah aku di dunia dongeng atau drama sehingga mimpi itu akan terwujud nanti.  Aamiin.

Allah berfirman, “Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman…” (Q.S. Qof : 9)

Rasulullah bersabda, “Dua hal yang tidak tertolak, do’a ketika adzan dan dibawah hujan.” (riwayat Imam Hakim)

Karawang, 10 Dzulhijah 1433H

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s