Ya Allah, Aku Cemburu

“Siapa yang menikah?”

Aku menerima selembar kartu undangan. Temanku lalu menunjuk satu akhwat.

“Tuh!”

Kedua mataku mengarah pada seraut wajah yang masih begitu muda. Lilis Kurniawati. Ia teman sekelasku di kampus. Wajahnya terlihat berbinar malam itu. Setelah membagi kartu undangan, ia dikerumuni teman akhwat yang lain. Pertanyaan-pertanyaan seputar calon suami pun bersusulan.

“Kamu menikah dengan orang mana?”

“Jarak umur kalian berapa tahun?”

“Dia sudah kerja?”

Mendadak kelas pun menjadi ramai, seperti lapak-lapak pedagang pakaian yang menawarkan harga obral. Tapi tidak denganku. Mendadak aku menjadi lebih pendiam di kelas.

Aku kembali membuka kartu undangan. Kartu undangan tersebut nampak sederhana dengan balutan warna cokelat keemasan. Ada sebuah peta kecil terselip di dalam. Tulisannya tercetak indah,  cukup lama aku memperhatikan. Membuat dadaku sesak saja.

Ya Allah, aku cemburu!

Cemburu melihat orang lain yang menikah lebih dulu. Aku tahu, dibalik semua itu pasti ada sederet alasan. Alasan yang kadang sulit untuk kumengerti. Tapi aku harus tetap percaya, bahwa ketika Engkau menghendaki sesuatu, maka itu baik untukku.

Saat itu aku hanya bisa mengemas cemburu itu rapat-rapat. Berbesar hati untuk berkenan hadir dan memberi doa serta ucapan selamat. Doaku:

“Semoga Allah menghimpun yang terserak dari keduanya, memberkahi mereka berdua dan kiranya Allah meningkatkan kualitas keturunan mereka, menjadikannya pembuka pintu-pintu rahmat, sumber ilmu, dan hikmat serta pemberi rasa aman bagi umat.” –mengutip doa Rasulullah pada pernikahan putrinya Fatimah Azzahra dengan Ali bin Abi Thalib.

Memang tak ada yang bisa memprediksi kapan jodoh tiba. Aku pun tidak. Ia tak bisa datang secara tiba-tiba, tapi harus diupayakan dengan segenap ikhtiar. Minimal dengan doa. Dan hanya kepada Allah kesudahan segala urusan.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang pada diri mereka. ” QS 13:11

“Sayangilah orang-orang yang ada di bumi maka yang di langit akan menyayangimu.” riwayat Turmudzi

Insya Allah🙂

Karawang, 16 Dzulhijah 1433 H

***

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s