I Win!

Doa kelancaran berbicara

Tik!

Suara detik jarum jam di kelas seakan terhitung mudur. Rintik hujan di luar kampus bertepuk tangan menyemangati-ku yang sempat diselimuti rasa khawatir.

Silih berganti mahasiswa-mahasiswi masuk ke kelas Fakultas Agama Islam. Ruang kelas mulai penuh seiring akan dimulainya mata kuliah, kecuali beberapa kursi. Sekilas aku perhatikan, tak ada penjelmaan wajah-wajah yang terketik dalam makalahku.

Barangkali hujan yang menjadi alasan, sehingga mereka terlambat datang. Atau barangkali mereka sedang memiliki kesibukan yang tak dapat ditinggalkan.

Aku menarik nafas, untuk sekedar memantapkan hati. Tak berapa lama, dosen masuk ke dalam kelas, lalu menyebut kelompok yang jadwalnya presentasi hari itu.

Kelompok 6!

Aku menekuk wajah sebentar untuk mengeja sebaris doa. Doa Nabi Musa ketika menyampaikan petunjuk Allah SWT kepada umatnya agar diberikan kelancaran berbicara.

Robbisyrohlii sodrii, Wa yassirlii amrii, Wah lul ‘uqdatan min lisaanii, Yafqohuu qoulii. (Q.S. Thoha: 25-28)

Wahai Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku

Amiiin Yaa Robbal’aalamiin

Go a head!

Aku pun berdiri, lalu maju ke depan kelas dengan membawa setumpuk makalah. Satu makalah untuk dosen, sepuluh makalah untuk dibagikan ke mahasiswa-mahasiswi yang hadir di kelas. Ketika sedang membagikan makalah salah seorang mahasiswi mengomentari,

“Sendirian aja nih! Perlu tidak, saya ikut duduk di depan menemani?”

Spontan, kelas yang awalnya seperti kolam yang tenang sempat beriak. Rasa tegang pun melumer. Ada juga yang ikut menambahi, “Kirain lelaki hidung belang yang bisa merayu, ternyata akhwat bisa juga ha ha ha.”

Setelah membagikan makalah, presentasi pun dimulai. Di depan kelas hanya ada satu orang, yaitu aku sendiri. Orang yang sibuk menyiapkan makalah seharian di rumah. Orang yang kini harus mempresentasikannya seorang diri, mulai dari membuka diskusi, membacakan materi diskusi dan menjawab setiap pertanyaan-pertanyaan kritis dari mahasiswa dan mahasiswi yang lain.

Fuih!

Akhirnya, hari itu presentasiku berjalan dengan baik. Setiap pertanyaan kritis yang dibidikkan kepadaku dapat aku jabarkan secara eksplisit. Alhamdulillah.. yach… Maha Suci Allah dengan segala kuasa-Nya.

Hari itu, hatiku bak para gamer yang baru memainkan game di gadget dengan akhir: You Win!

Ye!

Karawang, 22 Muharram 1434

***

2 thoughts on “I Win!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s