Ritual dan Institusi Islam

Mata Kuliah    : Pengantar Studi Islam

Judul Makalah : Ritual dan Institusi Islam

BAB 1

PEMBAHASAN

1.1  Ritual dalam Perspektif Sosiologi

Hampir semua masyarakat yang melakukan ritual keagamaan dilatarbelakangi oleh kepercayaan. Adanya kepercayaan pada yang sakral, menimbulkan ritual. Oleh karena itu, ritual didefinisikan sebagai perilaku yang diatur secara ketat, dilakukan sesuai ketentuan, yang berbeda dengan perilaku sehari-hari, baik cara melakukannya maupun maknanya. Apabila dilakukan sesuai dengan ketentuan, ritual diyakini akan mendatangkan keberkahan.

Adapun tujuan dari ritual itu sendiri diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Bentuk bersyukur kepada Tuhan,
  • Untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan agar mendapatkan keselamatan dan rahmat, dan
  • Untuk meminta ampun atas kesalahan yang dilakukan.

1.2  Ritual Islam

Secara umum, ritual dalam Islam dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • Ritual yang mempunyai dalil yang tegas dan jelas dalam Alqur’an dan Sunnah, contohnya sholat.
  • Ritual yang tidak mempunyai dalil, baik dalam Alqur’an maupun dalam Sunnah, contohnya marhabaan, perinngatan hari (bulan) kelahiran Nabi Muhammad saw (muludan Sunda), dan tahlil yang dilakukan keluarga ketika salah satu anggota keluarganya meninggal dunia.

Ditinjau dari sudut tingkatan ritual dibedakan menjadi tiga, yaitu :

  • Ritual Islam yang primer, yaitu ritual yang wajib dilakukan oleh umat Islam, contohnya sholat wajib lima waktu dalam sehari semalam.
  • Ritual islam yang sekunder, yaitu ibadah sholat sunnah, contohnya sholat tahajud dan dhuha.
  • Ritual islam yang tertier, yaitu ritual yang berupa anjuran dan tidak sampai pada derajat sunnah, contohnya membaca ayat kursiy setelah sholat wajib.

Dari sudut mukallaf, ritual islam dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • Ritual yang diwajibkan pada tiap orang (fardlu ain), contoh sholat wajib lima waktu.
  • Ritual yang diwajibkan pada tiap individu tetapi pelaksanaannya dapat diwakili oleh sebagian orang (fardlu kifayah), contoh mengurusi jenazah, mulai dari memandikannya, mengkafankan jenazah, sholat jenazah dan mengebumikannya.

1.3  Institusi

Dalam bahasa Inggris dijumpai dua istilah yang mengacu kepada pengertian institusi, yaitu institute dan institution. Istilah pertama menekankan kepada institusi sebagai sarana atau organisasi untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan istilah kedua menekankan kepada pengertian institusi sebagai suatu sistem norma untuk memenuhi kebutuhan.

Dari uraian di atas tampak bahwa istilah institusi mengandung dua pengertian, pertama adalah bangunan, kedua adalah pranata yang mengandung arti norma atau sistem.

1.4  Fungsi dan Unsur Institusi

Secara umum, tujuan institusi itu adalah memenuhi segala kebutuhan pokok manusia, seperti kebutuhan keluarga, hukum, ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Adapun fungsi institusi secara lebih rinci adalah sebagai berikut.

  • Memberikan pedoman kepada masyarakat dalam upaya melakukan pengendalian sosial berdasarkan system tertentu, yaitu sistem pengawasan tingkah laku.
  • Menjaga stabilitas dan keamanan masyarakat.
  • Memberikan pedoman kepada masyarakat tentang norma tingkah laku yang seharusnya dilakukan dalam memenuhi kebutuhan mereka.

Unsur institusi itu ada tiga, yaitu:

  • Association, yaitu suatu bangunan dari sistem nilai dalam kelompok-kelompok kemasyarakatan.
  • Characteristic institution, yaitu sistem nilai atau norma yang dipergunakan oleh suatu association.
  • Special interest, yaitu kebutuhan atau tujuan tertentu, baik kebutuhan yang bersifat pribadi maupun asosiasi.

Sebagai sebuah gambaran ringkas, kita lihat contoh berikut.

  • Sebuah keluarga terdiri atas beberapa anggota keluarga (association). Para anggota keluarga terikat oleh aturan-aturan yang telah sama-sama disepakati (characteristic institution). Aturan-aturan tersebut dibuat dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan mereka dan harapan seluruh keluarga (special interest).

1.5  Institusi Islam

Beberapa contoh institusi dalam Islam yang ada di Indonesia:

  • Institusi perkawinan, contohnya Kantor Urusan Agama (KUA), Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri.
  • Institusi pendidikan, contohnya Pondok Pesantren, Madrasah, dan Universitas.
  • Institusi ekonomi, contohnya Bank Mu’amalah Indonesia (BMI),  dan Baitul Mal Watamwil (BMT).
  • Institusi zakat, contohnya Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (BAZIS).
  • Institusi dakwah, contohnya Forum Komunikasi Dakwah Kampus (FKDK).
  • Institusi politik, contohnya Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

BAB II

KESIMPULAN

  1. Ritual didefinisikan sebagai perilaku yang diatur secara ketat, dilakukan sesuai ketentuan, yang berbeda dengan perilaku sehari-hari, baik cara melakukannya maupun maknanya.
  2. Institusi mengandung dua pengertian, pertama adalah bangunan, kedua adalah pranata yang mengandung arti norma atau sistem.
  3. Adapun tujuan dari ritual itu sendiri diantaranya adalah sebagai bentuk bersyukur kepada Tuhan, untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan agar mendapatkan keselamatan dan rahmat, dan untuk meminta ampun atas kesalahan yang dilakukan.
  4. Secara umum, tujuan institusi itu adalah memenuhi segala kebutuhan pokok manusia, seperti kebutuhan keluarga, hokum, ekonomi, politik, social, dan budaya.
  5. Contoh ritual dalam Islam yaitu sholat wajib lima waktu, sholat tahajud, dan membaca ayat kursiy setelah sholat wajib.
  6. Contoh institusi dalam Islam yaitu Kantor Urusan Agama (KUA), Madrasah, Bank Mu’amalah Indonesia (BMI), Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (BAZIS), Forum Komunikasi Dakwah Kampus (FKDK), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Universitas Singaperbangsa Karawang, 24 Muharram 1434 H

***

2 thoughts on “Ritual dan Institusi Islam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s