Wanita yang Menyejukan

|18.32 pm

Hari ini hujan mengguyur kampus lagi. Derasnya memblokade saya untuk stay di kantin. Ada yang bilang, turunnya hujan berarti turunnya rahmat. Barangkali Tuhan ingin menyapa umatnya, agar sesekali menyebut:

Alhamdulillah!

Tak ada salahnya juga, kalau sesekali menerobos hujan. Membiarkan air dari langit itu menjamah wajah dan meninggalkan jejak-jejak cantik di baju. Saya pun menyingsingkan baju sejenak, sebelum berlari menjamah hujan. Tapi ketika akan mengambil ancangan, mendadak sebuah pesan singkat masuk di handphone.

“Dosennya blum dateng, jadi mata kuliah kosong. Kita lagi nonton film di notebook pake infokus.”

Saya tersenyum membacanya, lalu merapat kembali di meja kantin. Saya tak jadi hujan-hujanan, karena ternyata dosen mata kuliahnya belum ada di kelas.

Alih-alih membuka hape, saya melihat lagi pesan yang dikirim adik saya pagi ini. Ibu mengirim MMS, tapi ia tak bisa membukanya. MMS itu hanya bisa dibuka melalui sebuah situs layanan MMS luar negeri dengan memasukan kode tertentu. Belum sempat  saya buka.

Saya mencatat di kertas alamat website dan kode untuk membukanya. Adik saya bilang, ibu kirim MMS lewat handphone temannya. Ibu saya memang kurang mengerti teknologi. Ia bahkan tak bisa kirim pesan singkat walau sudah diajari berkali-kali. Untuk menelepon saja, ia selalu meminta bantuan temannya. Maka tak heran, bila setiap kali saya menjawab telepon, suara pertama yang terdengar di ujung sana adalah orang lain.

Aku membuka MMS, seraut wajah tua saya dapati sedang tersenyum teduh dengan background pagar kayu. Dialah ibu saya. Seorang tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Seorang wanita mulia yang melahirkan saya dengan bertaruh nyawa dengan susah payah. Seorang ibu yang ditambah cemas dengan kondisi bayinya yang terlahir premature.

Saya memang lahir sebelum usia kandungan ibu genap sembilan bulan. Kata keluarga, umur kandungan ibu saat itu baru delapan bulan. Kondisi fisik saya saat itu lemah. Tapi, Maha Suci Allah atas segala kuasaNya. Dengan ketelatenan serta kesabaran ibu dalam merawat dan menjaga, saya dapat tumbuh dengan sehat.

Ibu…

Saya menyayangi dan mencintaimu. Maaf, belum banyak yang dapat saya berikan dan barangkali belum ada yang dapat saya banggakan oleh ibu. Malah selalu menyusahkan, hingga terkadang air bening keluar dari sudut-sudut matamu.

Wanita mulia…

Ibu adalah orang yang tak suka menuntut, tak pernah sekalipun meminta untuk dibelikan sesuatu. Ibu masih ingat. Sekali waktu saya pernah sengaja membelikan sebuah baju untukmu saat pulang ke rumah, tapi engkau bilang kalau simpanan bajumu masih banyak di lemari. Ibu…

Selamat Hari Ibu…

Hanya lewat do’a bentuk penjagaan saya padamu. Karena Allah-lah sebaik-baik pelindung, semoga Allah senantiasa menjagamu.

Dan satu hal yang yang membuat seorang ibu merasa bahagia adalah melihat anak-anaknya tumbuh dalam bingkai agama. Ya, begitu pula denganmu. Simple, but not easy! Sebuah permintaan yang tak cukup hanya sekali seorang anak penuhi tapi harus sepanjang hidupnya, agar dapat meraih bahagia dalam hidup di dunia dan akhirat nanti.

Tik. Tik. Tik.

Hujan turun bertambah deras di kampus. Barangkali, hikmah hari ini adalah Tuhan sengaja menurunkan hujan agar dosen tak datang🙂 Yang kedua adalah agar saya ingat seorang wanita yang berada jauh di sebuah negeri. Seorang wanita mulia yang cinta, kasih, sayang dan kehadirannya dapat diibaratkan seperti hujan, sebagai sesuatu yang menyejukkan.

Yaitu ibu.

Note: Tulisan ini saya tujukan untuk seorang ibu yang selalu saya rindukan kehadirannya. Hingga hari ini.

Hari Ibu, 22 Desember 2012

***

2 thoughts on “Wanita yang Menyejukan

  1. awal baca judulnya, tadinya dj mau iseng pengen komentar “cie…cie…” karena tebakan dj di awal paragraf adalah tentang wanita2 di kampus,
    ternyata dj salah besar,😀
    hehehe..
    ternyata wanita yang dimaksud adalah ibu.. subhnallah..
    nice posting. *jempol lima.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s